top of page

Transisi Pahoehoe ke Aa (Seri kuliah vulkanologi: Erupsi efusif II)

  • EH
  • Mar 29, 2020
  • 1 min read

Diagram yang ditampilkan pada post ini dimodifikasi dari: http://www.geo.umass.edu/courses/volcanology/Lava%20Flows.pdf

(c) Rhodes, J.M.

Textbook yang digunakan di kelas adalah Clive & Oppenheimer (2003) Volcanoes, Oxford Univ Press, USA


Di kuliah kita sudah melihat bagaimana transisi dari lava Pahoehoe ke lava Aa bisa terjadi.

Di post ini kita akan melihat dari diagram yang lain. Tapi intinya sama saja sih.


Pada dasarnya, kalau lava basalt mendingin lambat dan tidak bergerak terlalu cepat maka permukaannya akan membentuk Pahoehoe lava. Dan sebaliknya, kalau lava mengalir cepat dan permukaannya pecah-pecah (clinkery) maka yang terbentuk adalah Aa lava.

Garis putus-putus berwarna biru masing-masing mewakili lava dengan Bingham viscosity dan yield strength yang berbeda: di bawah Pahoehoe lava dan di atas Aa lava. Secara natural, lava di masing-masing field akan mengikuti jalurnya masing-masing.


Garis putus-putus berwarna pink menunjukkan transisi dari Pahoehoe lava ke Aa lava yang terjadi secara natural. Lava basalt umumnye bertemperatur tinggi dan karenanya (Bingham) viskositasnya juga rendah. Pada saat lava jenis ini (basaltik) mengalir, morfologi permukaan lavanya akan berbentuk Pahoehoe. Saat lava ini mengalir, lava juga akan mendingin (T turun) dan karenanya kristal mulai membentuk. Penurunan temperature dan pembentukan kristal akan meningkatkan viskositas lava dan yield strength. Pada saat kondisi ini terjadi, maka lava yang tadinya Pahoehoe akan berubah menjadi Aa.


Garis putus-putus berwarna hijau menunjukkan hal lain yang bisa menyebabkan adanya transisi dari Pahoehoe ke Aa yaitu peningkatan tiba-tiba shear stress (misalnya akibat aliran lava melalui slope.



Comments


©2017 Created by Esti Handini

with Wix.com

bottom of page